9.07.2011

Frog and His Shell

Terkenang dalam ingatanku, bagaimana pengalaman hidup ini kulewati. Kilasan peristiwa bergerak seperti bayangan pohon di kaca kereta. Terkadang cepat, terkadang bergerak lambat seperti hendak menggoda.

Meskipun aku tinggal berpindah-pindah, sepertinya hidup ini begitu sempit. Bentuk fisik tempat tinggalku barangkali berubah, namun bentuk kehidupannya seperti tetap tidak berubah. Ada manusia di sana, ada relasi di dalamnya, dan ada kisah yang mulai terjalin. Seberapapun aku berusaha untuk meloncat keluar dari tempurungku, akan selalu ada tempurung lain yang melingkupi diriku...rasanya seperti itu.
Aku merasakan, begitu luasnya kehidupan ini. Aku dibuat takjub olehnya, dan aku mengukainya. Tidak ada yang benar-benar kuketahui karena selalu ada jalan misteri di akhir perjalanan, jalan yang membuat aku merasa di dalam tempurung lagi. Kemanapun aku mencoba untuk berjalan, Tuhan menunjukkan perjalananku masih terlalu dini untuk mengatakan "aku sudah keluar dari tempurungku". Sampai aku merasakan, apakah mungkin aku salah mengerti tentang tempurung dalam peribahasa yang sering aku dengar semasa kecil ini??

Tempurung barangkali bukanlah tempat fisik yang harus aku singgahi (seperti yang aku pikirkan selama ini), melainkan lebih seperti segala sesuatu yang membatasi diriku. Artinya, aku tidak perlu pergi ke Roma untuk mengatakan aku sudah keluar dari tempurungku ini.
Kalau dulu masih sering dibatasi oleh kekhawatiran setiap kali ingin melakukan sesuatu, itulah tempurungku.
Kalau dulu dan sekarang masih dibatasi oleh kemalasan, itulah tempurungku.
Wah, bahkan setelah pergi jauh dari tempat kelahiranku, aku masih merasa di dalam tempurung yang sama.
Sia-sia??
Sedikit. Ada hal lain yang kudapat untuk keluar dari tempurung ini, yaitu KESADARAN bahwa aku masih dalam tempurung. Justru karena itulah rasanya tidak salah juga merasakan diriku seperti katak tampan dalam tempurungnya =)
Sumber gambar :  http://kidzcoolzone.com/wp-content/uploads/2010/05/frog.gif

1 komentar:

HAPPY COMMENT...