1.31.2012

Ibadah Perayaan Gong Xi Fa Cai Gereja Katolik Yesus Gembala yang Baik

Siapa sangka perayaan gereja hari minggu ini (29/1) merupakan perayaan menyambut Gong Xi Fa Cai pula di Gereja Katolik Yesus Gembala yang Baik. Parkiran yang biasanya lenggang kini dipenuhi kendaraan umat yang hadir merayakan misa syukur ini. Umat paroki St. Yoseph Denpasar berkumpul di Gereja ini. Ruangan gereja layaknya amphitiater Roma dipenuhi umat. Barangkali jumlah totalnya mendekati angka seribu.
Mulai dari para pengurus parkir, dan setiap tim pengurus perayaan mengenakan pakaian serba merah, khas kaum Tionghoa. Lampion-lampion juga berjejer menghiasi langit-langit. Apakah akan ada barong sai juga? Tampaknya tidak.

Aku dan Ria duduk di tempat duduk paling belakang sebelah atas. Dari tempat duduk kami dapat melihat seluruh "landscape" cekungan tempat duduk gereja yang dipadati umat. Bersyukur juga design tempat duduknya menyerupai amphitiater, jadi kami yang pendek ini masih tetap dapat melihat setiap prosesi yang teradi di mimbar.

Misa kali ini dipersembahkan oleh 3 orang romo. Sebagai pemimpin konselebrasi adalah Romo Subaga, SVD. Beliau merupakan romo paroki di St. Yoseph Denpasar, yang lebih dikenal sebagai gereja Kepundung (karena berada di Jalan Kepundung). Sedangkan, romo yang membawakan kotbah adalah romo tamu dari projo Bandung. Sayang, aku lupa namanya. Beliau membawakan kotbah dengan cara yang apik, dengan istilah-istilah yang syarat makna Gong Xi Fa Cai. Satu hal yang aku simpan dalam pikiranku adalah makna Gong Xi Fa Cai. Artinya, masa yang berat sudah dilewati sehingga kita mengucapkan syukur karena sekarang kita siap menjalani masa yang lebih baik.
Oooo, begitu rupanya makna Gong Xi Fa Cai itu....

Di akhir misa, ada penampilan seorang pelantun lagu dari Surabaya. Wah, gadis (atau wanita lebih tepatnya barangkali) itu tampak anggun dengan pakaian merah khas Tionghoa. Cocok sekali dengan kulitnya yang putih dan lekuk tubuhnya yang "tepat menikung pada marka yang benar". Sayang, aku tidak dapat berlama-lama menikmati tampilan ini. Perut jauh lebih memberontak daripada keinginan untuk melihat gadis manis itu. Kamipun pulang tanpa menunggu berakhirnya lagu terakhir.
Di sisi pintu gereja, beberapa panitia telah mempersiapkan diri memberikan bingkisan kue. Suatu ciri khas selama Gong Xi Fa Cai rupanya.

Suatu pengalaman yang baru bagiku merayakan Gong Xi Fa Cai di Gereja. Selamat untuk semuanya. Di masa yang baru ini, semoga semua impian kita dapat terwujud.

1 komentar:

HAPPY COMMENT...