 |
| Pemandangan Pagi di Desa Pengotan |
Tampaknya sudah 2 x dalam 3 bulan terakhir nama Bali terkenal di kancah nasional dengan aksi anarki yang melibatkan tewasnya nyawa manusia. Mulai kelihatan-lah wajah Bali yang "arogan" dan penuh dengan kebencian. Barangkali ini merupakan bentuk dari prinsip
rwa bineda. Di mana ada yang baik, ada pula yang jahat. Ada keharmonisan, dibalik itu ada juga perpecahan. Perpecahan yang sebenarnya sangat amat bisa diatasi dengan "kepala dingin" sambil minum kopi luwak, dan sekedar bersendau gurau. Rupanya, penyelesaian masalah dengan cara seperti itu sudah mulai luput di beberapa mata masyarakat bali sekarang ini.