Halaman

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

10.08.2011

Sebuah Negeri tanpa Celana


 
Seorang pria berdiri
Teriak lantang terdengar dari atas podium
"Ayo lepaskan celana! Berjalanlah di negeri ini dengan gembira!"
Semilir angin menghembusi selangkangannya..
Dingin...

Sekelompok  tikus berbaris
sambil bertepuk tangan
"Rupanya semakin ada teman"

Gadis-gadis wajahnya memerah
Mata tersembunyi dibali jari yang renggang
"Terlalu vulgar untuk siang ini, biarlah nanti saat malam tiba"

Penjaga hilir mudik di sekitar podium
Melihat dari dekat, sambil terus berpikir
"Harus dituntut dengan apa orang ini?"

Seorang kakek terlihat geram, "kenapa bingung, pak penjaga?!"
"Bagaimana menuntut orang ini, jika kami juga telanjang?"

Banci-banci terus menyoryaki dari pojok sana
"Idiiihh, barang sekecil itu aja dipamerin... Ga level, booo.
Barang segede gue aja ga perlu dipamerin tuhh...."


yN'11

Sumber gambar : http://www.lookchem.com/images/country/ID.gif

7.13.2011

My Shoes, Thank You and Good Bye

Akhirnya, di sinilah kita bertemu, dan menyepakati maksud dari kata bijak dahulu kala
"setiap pertemuan pasti ada perpisahan".
Entah kapan awalnya kita bertemu, setahuku kamu sudah ada menghangatkan kakiku, dan menemani melewati kerasnya jalan berdebu. 

Kini, sudah saatnya kamu beristirahat.
Tidak perlu memaksakan diri lagi untuk menemaniku.
Kamu sudah membantuku melewati langkah awal menjalani nasib ini.
Serahkan sisanya kepadaku.
Beristirahatlah, dan nikmati masa-masa kebersamaan kita dulu, meski hanya sekedar kabut memori masa lalu.

Ingatkah saat hujan dulu, dan kamu turut menggigil saat kakiku juga mengembang?
Atau saat harus menginjak tanah basah dan lembab, tapi aku lupa-hingga akhirnya tidak-membersihkanmu ketika tiba di rumah?
Jangan marah karena kejadian itu, ya, sobat.
Atau ketika hari ini aku jalan tergesa, sehingga merobek bagian tubuhmu.
Kamu tidak menyerah, masih tetap berusaha melindungiku.
Menjaga diriku supaya tetap percaya diri saat bertugas,
dan saat harus presentasi di depan profesor-ku.


Di sinilah akhirnya kita, harus saling mengulurkan tangan, sambil mengucapkan terima kasih.
Hanya kenangan ini yang kubawakan untukmu.
Sebuah kado sederhana dari sahabat yang selalu menyusahkanmu.
Terima kasih dan....selamat tinggal, sepatuku.


yN,2011

7.01.2011

Aku dan Bajuku



Bertahun aku bersama bajuku
Yang semakin kotor
Meski di akhir tahun selalu kucuci
dengan janji "tidak akan kuulangi lagi"

Bajuku semakin kotor
Setiap aku menjalani hidup
Dan lupa untuk kembali pulang
ke tempat benderang

Bajuku semakin kotor
Saat aku butuh kehangatan
dan kenyamanan dunia.

Setiap kali bajuku minta dicuci
Aku menolak, karena dengan kotor
dia membuatku hangat
Aku tak rela
Siapa yang rela dingin
di dunia yang hangat ini?

Sambil kuelus bajuku,
"kuharap kau mau menunggu
hingga akhir tahun tiba.
Dan, mungkin, kau akan tampak bersih lagi
supaya dapat kukotori
di hari-hari yang baru
di tahun yang baru."

Bajuku semakin kotor
Diam membisu
"Bukan tugasku untuk mengadu,
tetapi hanya menemanimu
Sampai kau siap
untuk kembali bersih.
Sebelum aku rusak
dan tak dapat diperbaiki lagi"

yN'2011

Sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJLZy9PcEiVhYtUqFRUo1C7HYHyuqqtQjpy0D9jGw_EEYbqoYDR-Mqfjvn29YqpsOkaatpMlDFEiGWODZSV5JYpTYali0XXf6amYC9_IHL20wPoTyQjQmoGckLAvhmGehsUfd6Sgeych7d/s1600/Magritte_hanger5.jpg